Citrajourney's Weblog

About Learning to be a Better Doctor, Wife, Mother, Friends and of course…better Person..

Tes Keperawanan (Part. 2)

Istilah keperawanan saat ini diindikasikan dengan adanya selaput dara pada liang vagina seorang wanita.  Padahal, definisi sebenarnya dari hilangnya keperawanan adalah sudah masuknya penis ke dalam vagina (penetrasi) atau sudah melakukan hubungan intim. Untuk melakukan pemeriksaan keperawanan umumnya dilakukan dengan memeriksa hymen atau selaput dara.

Selaput dara / hymen adalah selaput membran mukosa yang berada atau menutupi vagina bagian luar. Membran ini bersifat elastis dan bentuknya berbeda-beda. Ada yang berbentuk bulat, pori-pori, dan memiliki septa (batas) di tengahnya.

Berikut adalah jenis selaput dara yang masih utuh.

VariasiHymen

Pada umumnya selaput ini akan robek pada hubungan seksual yang pertama dimana saat itu terjadi penetrasi (penis masuk ke vagina) dan menyebabkan robekan. Namun untuk jenis hymen yang elastis, mungkin saja tidak terdapat robekan. Perlu diingat bahwa robekan pada selaput dara tidak harus selalu diakibatkan oleh hubungan seksual. Karena strukturnya yang tipis, penggunaan tampon dan olahraga berat juga dapat menyebabkan robekan pada selaput dara.

Berikut gambar selaput dara/hymen yang telah robek. Bandingkan dengan gambar sebelahnya yakni hymen yang masih utuh.

jpg_hymen-perfore-95x130 jpg_hymen-normal-100x130

Karena itu, walaupun himen yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun himen yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan. Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis. Karena itu konsep yang perlu digunakan di sini adalah keperawanan hilang saat seseorang melakukan hubungan intim. Hal ini juga berlaku untuk  pria, yang jika sudah pernah melakukan masturbasi namun belum melakukan hubungan intim, berarti pria tersebut masih perawan.

Untuk mengetahui apakah himen masih utuh atau tidak walau sudah pernah melakukan hubungan intim dapat dilakukan dengan memeriksakan diri ke dokter, baik dokter umum maupun dokter kebidanan dan kandungan. Dokter akan memeriksa dengan cara melihat langsung bagian depan kemaluan/vagina untuk melihat kondisi hymen.

Sumber:

http://seks.klikdokter.com

www.afrik.com

www.drdidispog.com

(Jika anda mendapat manfaat dari membaca postingan ini, mohon komentar pada artikel saya untuk memberi dukungan dalam lomba yang saya ikuti. Jika tidak..mohon kebaikan hati Anda dengan memberi sedekah komentarnya…terimakasih.. Berikut artikel yang saya ikutkan dalam lomba. Silahkan klik saja: Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Sarana Pembelajaran Blog Remaja Indonesia Terima kasih!)

11 Comments »

  naief wrote @

ada gambar aslinya ?????????????????

  citrajourney wrote @

Gambar aslina?wah…menyusul deh saya posting..okay…

  cika wrote @

Sangat bermanfaat bg wanita… Sukses!

  flower wrote @

makasih,,, bermanfaat banget info-nya.. apalgi gambar yang ada.. thx..

  Dina wrote @

Ada cara buat priksa keperawanan tanpa ke dokter ga?
Aku sering masturbasi nih. Tapi ga pernah sampe bdarah. Jd aku mau priksa hymen sndiri.. Thanks

  agus wrote @

kalo cewe udah mau di masukin, tapi ga sampe masuk karena sakit dan ga sampe berdarah itu masih dianggap perawan atau tidak??

mohon jawabannya

  Anonymous wrote @

yup itu gmana…

  giana wrote @

bisa test keperawanan lewat urine ga sih??

  Cahya wrote @

Saya sebenarnya lebih setuju dengan pendapat medis secara umum. Bahwa keperawanan itu tidak ada alat tes atau mekanisme tes yang benar-benar dapat membuktikannya.

  cahyo b wrote @

Soal pentingnya keperawanan bagi kami kaum lelaki, lebih bersifat psikologis. Kami sulit menerima kenyataan bahwa kami adalah bukan pemakai pertama atas vagina istri. Kami tdk suka “barang bekas pakai”. Secara umum diketahui bahwa Hymen merupakan “SEGEL” pada vagina.

  anggun wrote @

aku suka olah raga, terutama olah tubuh dan aku takut aku tidak VRGn? aku juga pernah jatuh dari sepeda sampai berdarah, apakah aku sudah tidak VRGn?emang ukuran Vagina yang VRGn am yang tidak ada perbedaan ng?


Your comment

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>